Ustadz Muhammad Arifin Badri MA
Pengajian Islam: Optimisme di dalam Kehidupan - Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA.
YUFID TV
http://yufid.tv
Tuesday, 26 March 2013
Langkah Menuju Sukses
Ustadz Muhammad Arifin Badri MA
Motivasi Islami: Langkah Menuju Sukses - Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.
YUFID TV
http://yufid.tv
Motivasi Islami: Langkah Menuju Sukses - Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.
YUFID TV
http://yufid.tv
Thursday, 14 March 2013
Terorisme
Jawaban Ilmiah terhadap Pilar-pilar Terorisme
(Oleh: Dr. Kholid bin Muflih Abdulloh
alu Hamid)
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Segala puji bagi Allah, kami
memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, dan memohon petunjuk-Nya, sebagaimana kami
memohon perlindungan pada-Nya dari kejelekan diri dan perbuatan kami…
Barangsiapa yang ditunjuki-Nya, maka tiada seorang pun yang mampu
menyesatkannya… Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun
yang dapat menunjuki-Nya.
Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang
berhak disembah, melainkan Allah semata, yang
tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, semoga
Allah mencurahkan
sholawat dan salam yang melimpah kepada beliau, beserta keluarga dan para
sahabatnya. Amma ba’du:
Sungguh, beberapa kasus pemboman dan
kezholiman yang meletus di negara ini pada tahun-tahun lalu, mengharuskan kita
merenung panjang, untuk mengetahui apa yang mendasari mereka melakukan
perbuatan itu. Kita juga patut bertanya-tanya:
Bagaimana jalan ke Neraka, bisa
dipahami oleh mereka bahwa itulah jalan menuju Surga?!
Alam Kubur
Alam kubur adalah awal kehidupan hakiki
dari seorang manusia. Mempelajari apa-apa yang terjadi di alam kubur banyak
memberikan faedah. Seseorang yang mengetahui bahwa di alam kubur ada nikmat
kubur tentu akan berusaha sebisa mungkin selama ia masih hidup agar menjadi
orang yang layak mendapatkan nikmat kubur kelak. Seseorang yang mengetahui
bahwa di alam kubur ada adzab kubur juga akan berusaha sebisa mungkin agar ia
terhindar darinya kelak. Nikmat dan adzab kubur adalah perkara gaib yang tidak
terindera oleh manusia. Manusia yang merasakannya pun tentu tidak dapat
mengabarkan kepada yang masih hidup akan kebenarannya. Maka satu-satunya sumber
keyakinan kita akan adanya adzab dan nikmat kubur adalah dalil Qur’an dan
Sunnah. Dan banyak sekali dalil dari Qur’an dan As Sunnah serta ijma’ para
sahabat dan tabi’in yang menetapkan adanya alam kubur. Namun sebagian orang
dari kalangan ahlul bid’ah mengingkarinya karena penyimpangan mereka dalam
memahami dalil-dalil syar’i.
Dalam artikel ini akan kami paparkan
beberapa dalil yang menetapkan adanya adzab dan nikmat kubur serta pembahasan
mengenai beberapa kerancuan yang beredar seputar masalah ini.
AKAL
Segala puji bagi Allah Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan
orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Betapa banyak orang yang mendewakan
akal. Setiap perkara selalu dia timbang-timbang dengan akal atau logikanya
terlebih dahulu. Walaupun sudah ada nash Al Qur’an atau Hadits, namun jika
bertentangan dengan logikanya, maka logika lebih dia dahulukan daripada dalil
syar’i. Inilah yang biasa terjadi pada ahli kalam. Lalu bagaimanakah
mendudukkan akal yang sebenarnya? Apakah kita menolak dalil akal begitu
saja? Ataukah kita mesti mendudukkannya pada tempatnya?
Tuesday, 5 March 2013
Mendidik Anak
BAGAIMANA ANDA MENCINTAI SANG BUAH HATI?
Oleh: Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib
Cinta kepada buah hati adalah fitrah
manusia yang dibenarkan syari’at. Orang tua sewajibnya menempatkan cinta dan
kasih sayangnya kepada anak secara benar. Sebab anak adalah amanah bagi orang
tua. Mengekspresikan cinta kepada anak melalui didikan dan arahan yang benar,
sebagai tindakan bijaksana dari orang tua yang betul-betul memahami hakikat
cinta kepada anak. Membimbingnya agar tumbuh menjadi generasi yang lurus dan
tangguh, mampu mengemban tugas-tugasnya sebagai hamba Allah dan sebagai bagian
dari masyarakat. Sehingga mustahil dapat membimbing mereka dengan arahan dan
didikan yang benar, jika kita tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Di
sisi lain, tidak sedikit orang tua yang keliru mengejewantahkan rasa cinta dan
kasih sayangnya sehingga justru melahirkan sikap manja, pengecut dan sederet
sikap tercela lainnya pada anak. Hingga membuahkan petaka dan penyesalan di
penghujungnya. Lalu bagaimanakah wujud cinta kita yang benar kepada anak?
Subscribe to:
Comments (Atom)



